Saya katakan MUSLIM itu GOBLOK, karena sudah jelas kalau allah swt yang mereka sembah sesungguhnya bukanlah TUHAN tapi berhala, namun mereka masih saja menutup mata dan tetap membohongi pikiran mereka sendiri kalau allah swt adalah Tuhan. (Islam biasanya suka mengejek orang Nasrani karena mempertuhankan manusia. Lebih goblok lagi, orang yang mempertuhankan batu!)
Saya boleh katakan, bangsa Arab sebenarnya tidak berniat menipu, mereka sendiri justru tertipu oleh keprimitifan nenek moyang mereka yang menganggap batu hajar aswad sebagai Tuhan. Mereka sendiri begitu yakin, sangat-sangat yakin, kalau batu itu adalah Tuhan.
Hal ini tidak aneh, karena bila kita tilik dari sejarah bangsa-bangsa kuno, terutama mereka yg begitu terbelakang, mereka mempercayai JIMAT, batu bertuah atau batu jeda sebagai “DZAT” yang memiliki kekuatan supranatural (adikodrati) dan dapat mempengaruhi kelangsungan jagat raya ini, termasuk hidup matinya makhluk hidup.Maka kita akhirnya dapat mengerti dan menerima kegoblokan bangsa Arab itu, bahwa mereka sesungguhnya sadar bahwa yang mereka sembah itu adalah batu, namun mereka dengan senang hati melakukannya karena bagi mereka, batu itu adalah TUHAN SANG PENCIPTA (wujud dari berhala dewa bulan sabit). Mereka tidak merasa diri mereka goblok, karena otak mereka yang primitif.
Bila kita sebagai bangsa Indonesia yang sebenarnya telah memiliki peradaban lebih tinggi dan lebih pintar dari bangsa primitif Arabia itu, malah mengikuti pola berpikir, mengadopsi keprimitifan mereka, yaitu ikut-ikutan bangsa primitif itu dengan turut melakukan penyembahan kepada batu, berarti kita sebagai bangsa Indonesia adalah bangsa yang SANGAT GOBLOK.
Biarkan Arab punya tuhannya sendiri. Awloh adalah tuhan lokal mereka, biarkan mereka. Mereka mau meyakini batu sebagai Tuhan, itu urusan mereka sendiri. Tapi sangatlah GOBLOK bila kita yang lebih tinggi budayanya dari mereka malah ikut-ikutan bangsa primitif itu.
Memang kita tidak bisa memungkiri, nabi mereka memang secara sengaja hendak menjadikan tuhan lokal mereka menjadi tuhan universal, dengan cara memaksa bangsa-bangsa lain untuk turut menyembahnya. Secara psikologis, bila awloh disembah di seluruh dunia berarti derajat bangsa Arab akan terangkat pula, dan itu memberi keleluasaan bangsa Arab untuk dapat berkuasa penuh di bumi. Itu secara umum; dan secara khususnya, dengan mengorbitkan awloh sebagai satu-satunya sesembahan yg agung, berarti mengangkat citra bani Quraish (penduduk kota Mekkah) sebagai suku yang terhormat.
Anda bisa bayangkan, sewaktu seluruh dunia mengucapkan kalimat: “Laa illa ha illalaaa…. Laa illa ha illalaaa….” Betapa bangganya orang Quraish, nama sesembahan mereka diakui dan dipuja-puja.
Mereka yang pintar, kita yang goblok.
Maka dari itu, tanpa perlu banyak argumentasi/pendapat lagi, saya akan suguhkan bukti-bukti logika kenapa MUSLIM itu GOBLOK.
Perhatikan ini!
1. Ke arah mana kiblat sholatmu? Ke Kaabah, di mana disitulah ditempatkan batu “awloh” sembahan Quraish. Jadi, yang kamu sembah bukan SANG PENCIPTA, tapi tuhannya Quraish, penduduk kota Mekkah.
Perhatikan juga ucapan nabi gadungan ini:
QS. 27 An Naml: 91
“Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (awloh sembahan Quraish Mekkah) Yang telah dijadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”
Awloh beda dengan Tuhan Yahudi & Nasrani:
Surat ALBAQARAH (2:62)
Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Siapakah awloh? Awloh adalah batu hajar aswad, “Tuhan” bagi suku Quraish. Sebelum Muhammad memproklamirkan diri sebagai nabinya awloh, batu hajar aswad sudah demikian dikultuskan, dan menjadi salah satu penghuni Kaabah di samping 359 berhala lain sembahan suku-suku di Arab.
Ini dapat kita ketahui dari riwayat pengangkatan batu tersebut sewaktu Kaabah rusak ditimpa banjir besar. Ingat! Waktu itu Muhammad belum jadi “nabi”. Suatu ketika di saat Muhammad berusia 35 tahun, Kaabah rusak ditimpa banjir. Orang-orang bersepakat membangun kembali kuil itu, tidak ketinggalan Muhammad. Ketika sampai pada saat mengembalikan Hajar Aswad (Batu Keramat berwarna Hitam) ke tempatnya semula, timbul kericuhan. Masing-masing merasa lebih berhak mendapat kehormatan mengerjakan hal itu. Orang bersitegang, hingga seluruh pekerjaan terhenti karenanya. Akhirnya dimufakati untuk menyerahkan keputusan persoalan kepada barangsiapa yang esok harinya paling dahulu berada di Masjid al Haram. Ternyata orang itu ialah Muhammad, padahal dia tidak sengaja berusaha datang lebih pagi. Kemudian, Muhammad membeberkan selembar kain, mengangkat dan meletakkan batu keramat itu di atas kain tersebut. Kemudian para kepala keluarga/kelompok/ kafilah/orang terkemuka diajak beramai-ramai mengangkat dan membawa kain itu ke tempat di mana batu hitam akan diletakkan dan Muhammad sendiri meletakkannya di atas tempatnya semula. Sejak saat itu Muhammad mendapat tempat terhormat di hati orang-orang Mekah. Kewibawaan Muhammad naik di mata rakyat. Dan sejak saat itu pula, Muhammad semakin sering bersemedi di dalam gua angker, sebuah gua yang sempit dan gelap gulita, namanya gua Hira. Untuk memasuki gua tersebut, orang harus merangkak. Gua itu terletak di bukit Hira ±9km dari Mekah.
Baca juga di:
Samakah ALLAH SWT dengan Tuhannya Ibrahim dan para nabi?
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=22064
2. Simbol apa yang terpasang di atap rumah ibadatmu? Bulan Sabit. Awloh adalah dewa bulan, yg simbolnya adalah bulan sabit. Ini sudah cukup dikenal oleh bangsa-bangsa primitif di Timur Tengah sejak ribuan tahun yg lalu sebelum si Mamad lahir.
Gbr 5. Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun, di atasnya terdapat lambang bualn sabit (bdg. Gbr 6 & 7).
Gbr 6: Lambang bulan sabit yang terdapat pada masjid-masjid di zaman sekarang (Bdg. Gbr 5 & 7).
Gbr 7. Perunggu bulan sabit ditemukan di benteng kuno Asyiria yang berusia 3000 tahun. Bulan sabit adalah simbol dewa bulan Asyiria.
Catatan: Lambang dewa bulan sabit memiliki bentuk yang persis sama dengan bulan yang ada di atas Ka’bah masjid.
Gbr 8. Raja Nabonidus, di atasnya terdapat gambar bulan sabit yang pada masa ini terdapat di masjid-masjid.
Gbr 9. Dewa bulan sabit, simbolnya adalah bulan sabit.
Gambar ini diperoleh dari situs ISLAM TULEN: Arrahmah.com
3. Ritual apa yang dilakukan oleh para calon haji di Mekkah? Sebelum muter-muter kaabah, sebisa mungkin mereka melakukan sunnah Muhammad yaitu menciumi “awloh”. Dan sebelum mencium awloh, mereka mengucapkan: “Ya awloh, aku penuhi panggilanmu.” Hal itu dicontohkan Muhammad ketika dia melakukan ibadat haji:
Hadits Sahih Bukhari Volume 2, Book 26, Number 673:
Dikisahkan oleh Salim bahwa ayahnya berkata :
Aku melihat Rasul Allah tiba di Mekah; mula2 dia mencium batu hitam (hajar aswad) ketika akan melakukan tawaf dan berlari-lari kecil di tiga putaran (tawaf) pertama dari tujuh kali putaran (tawaf)
MUWATTA, Book 20, Number 20.33.113:
Yahya bercerita padaku dari Malik apa yang dia dengar bahwa ketika Rasul Allah SAW telah selesai Tawaf Kabah, sholat dua rokaat, dan ingin berangkat ke Safa dan Marwa, dia akan memberi hormat ke sudut tempat Batu Hitam berada sebelum berangkat.
BATU HITAM “awloh” itu begitu penting dalam ritual haji muhammad di mekah….Pertama, dia cium itu batu hitam, terus berlari keliling kabah TIGA KALI…trus berjalan keliling kabah EMPAT KALI!…
MUSLIM, Book 007, Number 2832:
Abdullah b. ‘Umar (Allah be pleased with them) melaporkan: Rasul Allah (mpbuh) mengamati Tamattu’ in Hajjat-ul-Qada’, Pertama-tama dia pakai Ihram utk Umroh dan kemudian utk Haji, dan lalu memberi korban binatang. Jadi dia bawa binatang kurban itu bersamanya dari Dhu’l-Hulaifa. Rasul Allah (mpbuh) memulai Ihram utk Umroh dan dg demikian mengumumkan juga Talbiya utk Umroh. Lalu (memakai Ihram utk Haji) dan mengumumkan Talbiya utk Haji. Dan orang2 melakukan Tamattu’ ditemani Rasul Allah (mpbuh). Mereka memakai Ihram utk Umroh (pertama tama) dan kemudian yang untuk Haji. Beberapa dari mereka membawa binatang kurban. Jadi ketika Rasul Allah (mpbuh) datang ke Mekah, dia bilang pada orang2: Dia yang membawa serta binatang kurban tidak boleh menganggap apapun yang tidak hak baginya menjadi hak baginya sampai dia menyelesaikan Haji; dan dia, yang tidak membawa binatang kurban harus mengelilingi Kabah dan berlari diantara al-Safa’ dan al-Marwa dan memotong (rambutnya) dan melepas Ihram lalu memasang Ihram utk berhaji dan memberi kurban. Tapi dia yang tidak menemukan kurban, harus melakukan puasa selama tiga hari selama haji dan tujuh hari ketika dia kembali kepada keluarganya. Rasul Allah (mpbuh) mengelilingi (kabah) ketika dia sampai di Mekah: Dia pertama-tama mencium sudut (Kabah yang ada batu Hitam), lalu berlari tiga keliling dari tujuh dan berjalan empat keliling. Dan lalu ketika dia selesai mengelilingi Kabah dia melakukan sholat dua rokaat pada station (ibrahim), lalu mengucap Salaam (karena selesai Rokaat), dan berangkat ke al-Safa’ dan berlari tujuh kali antara al-Safa’ dan al-Marwa. Setelah itu dia tidak memperlakukan apapun sebagai hak segala sesuatu yang bukan hak sampai dia melengkapi hajinya dan mengurbankan kurban dihari kurban (hari ke-10 Dhu’l-Hijja). Dan lalu kembali secepatnya (ke Mekah) dan mengelilingi Kabah (dikenal sebagai tawaf ifada) setelah itu semua yang bukan hak baginya menjadi hak. Dan mereka yang membawa hewan kurban bersama mereka melakukan apa yang dilakukan Rasul Allah (mpbuh). Hadis ini diriwayatkan atas otoritas Aisha. Istri dari Rasul Allah (mpbuh), mengenai Tamattu dari Haji dan Umrah dan bagaimana melakukan Tamattu oleh para sahabat.
Ada lagi ritual selain mencium dan menghormat BATU HITAM “awloh”. muhammad juga sering menunjuk menggunakan tongkat ke arah BATU HITAM seraya meneriakkan, ‘allahuakbar’!…
BUKHARI, Volume 2, Book 26, Number 677:
Diriwayatkan oleh Ibn Abbas.:
Dalam Haji Terakhirnya nabi melakukan Tawaf Kaba dengan naik unta dan menunjuk sudut (kabah yg ada batu hitam) dengan tongkat yang berujung bengkok.
BUKHARI, Volume 2, Book 26, Number 697:
Diriwayatkan oleh Ibn Abbas.:
Rasul Allah melakukan Tawaf (kabah) dengan naik unta (saat itu kaki nabi sedang terluka). Ketika sampai ke sudut (yang ada batu hitam) dia menunjuk kearah batu itu memakai sesuatu pada tangannya dan berkata, “Allahu-Akbar.”
Calon haji cium batu
Hadis Sahih Muslim 1190
“Tatkala Rasulullah SAW tiba di Mekah, mula-mula beliau datangi Hajar Aswad lalu beliau mencium.”
Hadis Sahih Muslim 1150
Sebelum mencium Hajar Aswad itu, Muhammad mengucapkan:
“Labbaik allahuma labbaik” yang berarti : “Ya Allah atas panggilanMu aku datang kepadaMu.”
ABU DAWUD, Book 10, Number 1813:
Diriwayatkan Abdullah ibn Abbas:
Nabi (pbuh) berkata: Orang yang melakukan umrah harus berteriak talbiyah sampai dia menyentuh Batu Hitam.
[Talbiyah = "Ya Allah, aku datang memenuhi undanganmu. Tiada sekutu bagimu..."]
Berdasarkan 3 (tiga) bukti logis ini, maka tak dapat disangkal lagi, bahwa MUSLIM itu memang GOBLOK.
Sudah jelas-jelas allah swt itu bukan Tuhan, tapi masih diyakininya sebagai Tuhan. Kalau orang Arab yang menganggap allah swt itu Tuhan, ya biarkan saja mereka, kenapa kita yang lebih cerdas dan lebih pintar dari mereka malah ikut-ikutan mereka?
Kita harus lawan habis-habisan, setiap usaha kacung-kacung Arab untuk menyebarkan Islam. Karena jelas ini adalah usaha penggoblokan, dan kita yang tidak ingin diri kita digobloki, kita harus dengan tegas menolaknya.
Kalau mereka tetap memaksa kita menyembah batu, kita harus siap dengan PERANG DUNIA KETIGA, karena membiarkan Arab tetap eksis sama saja membiarkan virus berbahaya nongkrong di bumi kita. Tidak ada cara yang lebih jitu selain menuklir Kaabah, sarang berhala itu.
────────────────────────────────
R I N G K A S A N :
3 BUKTI LOGIS DAN FAKTUIL YANG TIDAK TERBANTAHKAN :
1. Arah Kiblat ke Kaabah, menunjukkan bahwa sesembahan Muslim adalah berhalanya Quraish.
2. Simbol bulan sabit, adalah simbol DEWA BULAN.
3. Ritual cium batu oleh para calon haji, yg diikuti dg seruan “Ya allah, aku datang kepadamu.”
-
1. Kaabah, sebelum dibersihkan oleh Muhammad, berisi 360 berhala. Satu di antaranya adalah Allah taala yg wujudnya BATU. Orang Quraish yg primitif itu menganggap BATU tersebut adalah TUHAN SANG PENCIPTA. Demikianlah pandangan bodoh itu terus diadopsi hingga sekarang, tapi dikaburkan supaya tidak diketahui oleh dunia bahwa allah taala itu sebenarnya cuma sebuah batu.
2. Bangsa-bangsa kuno di Mesopotamia menyembah DEWA BULAN, simbolnya BULAN SABIT. Dan sekarang Arab memakai simbol tersebut untuk agamanya, masihkah Anda mengelak dari kenyataan ini?
3. Batu Hajar Aswad dicium, lalu diikuti seruan: “Ya allah, aku datang kepadamu”. Masihkah Anda membantah kalau batu itu bukan allah?
Catatan:
Saya tidak seharusnya mengotak-atik masalah ketuhanan mereka, seandainya “apa” yang disebut tuhan oleh mereka itu tidak mengajarkan kebiadaban dan kekejian kepada umat manusia.
Tapi karena “apa” yang disembah oleh mereka itu membawa dampak yg buruk bagi umat manusia, maka “apa” sesungguhnya sesembahan mereka perlu kita ekspos habis-habisan, bila perlu kita permalukan dan kita hina habis-habisan.
Pesan:
Biarkan orang mau menyembah apapun, asal “benda” itu tidak mengajarkan kebiadaban dan kekejian bagi umat manusia.
Tapi terhadap “benda” yang sudah jelas-jelas berdampak negatif, tidak ada toleransi buat “benda” seperti itu kecuali kita hancurkan.
Pertanyaan-pertanyaan:
Jika BATU HITAM itu AWLOH, kenapa ditempatkan di luar Kaabah, bukan di dalamnya?
Masih ingat dengan istilah “PENUNGGU KAABAH”? Bangsa Arab percaya bahwa awloh menjaga “RUMAH”-nya dengan cara berdiri di salah satu sudut rumahnya. Di samping itu, awloh tidak sendirian, dia juga dikawal oleh 8.888 jin, yang diberi nama “Huda Al-Fitiri”. Jadi, menempatkan batu “awloh” di luar, terutama di salah satu sudut bangunan Kaabah memiliki arti “MENJAGA” atau “MENUNGGUI RUMAHNYA”.
Jika BATU HITAM yg ukurannya kecil itu AWLOH, bukankah ini bertentangan dengan konsep “ALLAHU-AKBAR”?
Bangsa Arab tidak memandang ukuran fisiknya. Pengertian dari “akbar” di sini bukan menyatakan ukuran fisiknya, tapi kekuasaannya. Bangsa Arab meyakini, walaupun awloh “seukuran batu” namun kekuasaannya meliputi seluruh alam semesta. Itulah kenapa ada mitos “ALLAHU-AKBAR”.
Muhammad sendiri memahami konsep tersebut, seperti terlihat dari hadist berikut ini:
BUKHARI, Volume 2, Book 26, Number 697:
Diriwayatkan oleh Ibn Abbas.:
Rasul Allah melakukan Tawaf (kabah) dengan naik unta (saat itu kaki nabi sedang terluka). Ketika sampai ke sudut (yang ada batu hitam) dia menunjuk ke arah batu itu memakai sesuatu pada tangannya dan berkata, “Allahu-Akbar.”
Jika BATU HITAM itu awloh, kenapa Muhammad tidak berterus-terang menulis dalam Qurannya kalau awloh itu berwujud batu?
Walaupun bangsa Arab itu primitif, namun mereka tidak bodoh-bodoh amat. Mereka juga dekat dan berinteraksi dengan agama-agama lain, terutama dengan agama-agama kitab seperti Yahudi dan Nasrani. Tentu saja bangsa Arab akan merasa malu bila sampai dunia tahu kalau awloh itu cuma sebuah batu. Walau begitu, mereka tetap tidak bisa menyembunyikan identitas awloh sembahan mereka itu sebagai batu secara sempurna. Mereka masih menyebut awloh sebagai “DZAT” (benda wujud). Bangsa Arab menganggap Tuhan itu “DZAT” yang unique, distinct dan absolut (berbeda sendiri, tidak ada yang menyamai bentuknya, dan tidak bisa berubah wujud), karena memang seperti itulah hakikat BATU HITAM. Selain itu, penyebutan awloh sebagai tauhid juga mengarah pada identitas kebendaan (tunggal secara bendawi).
Apa Hubungan SABIT dengan BATU HITAM?
Sabit adalah simbol dewa bulan. Orang-orang kuno di Mesopotamia menyembah bulan sabit sebagai Tuhan, dan mewujudkannya dalam bentuk patung manusia (Hubal). Di Kaabah juga terdapat Patung Hubal, sebagai salah satu di antara 360 berhala. Tapi, walau suku Quraish Jahiliyah sama-sama menyembah Dewa Bulan, namun mereka tidak memakai patung Hubal sebagai perwujudannya, melainkan sebuah BATU HITAM “HAJARUL ASWAD”. Jadi, Patung Hubal adalah dewa bulannya suku lain di Arab, sementara BATU HITAM adalah dewa bulannya suku Quraish. Ketika Muhammad berhasil menaklukkan Mekkah, dia menyingkirkan berhala-berhala lain, termasuk patung dewa bulan “Hubal” itu. Patung Hubal dia singkirkan, karena patung Hubal itu bukan sesembahan bani Quraish, walau sama-sama diklaim oleh suku lain sebagai Dewa Bulan. Sama-sama Dewa Bulan, tapi bentuknya beda, dan namanya pun juga beda. Bisa jadi, di dalam Kaabah masih ada lagi Dewa Bulan-Dewa Bulan lain dengan bentuknya masing-masing sesuai dengan keinginan suku pemiliknya. Nama “Allah” adalah eksklusif milik suku Quraish Mekkah, dan tidak diterapkan pada patung lain, kecuali BATU HITAM itu. Dan Muhammad masih memakai simbol sabit, karena sabit adalah identitas bagi BATU HITAM, untuk menegaskan bahwa BATU HITAM itulah Dewa Bulan yang sesungguhnya, bukan patung-patung yang lain.
Batu hitam "Hajar aswad"
Bila Awloh itu Berhala, kenapa Muhammad tidak pernah merasa menyembah Berhala?
Bagi orang Arab primitif, berhala itu wujudnya makhluk, seperti misalnya: wujud manusia atau wujud hewan. Bila bentuknya batu (tidak menyerupai apapun), maka dianggap bukan berhala. Muhammad akan sangat murka bila sesembahannya diserupakan dengan apapun. Allah taala dewa bulan itu absolut, unique dan distinct. Tak ada yang menyamai bentuknya, sangat unik dan berbeda dari ciptaannya, serta tidak akan pernah berubah wujud sampai kapan pun walau untuk sementara waktu (absolut secara kebendaan). Banyak ayat-ayat Quran yang dia karang yang isinya melarang pengikutnya menyerupakan awloh dengan makhluk. Muhammad benci pada patung, tapi cinta pada batu. Karena bagi Muhammad, batu yang tak berbentuk atau tidak menyerupai apapun di muka bumi bukanlah patung (berhala).
Bila Arab penyembah bulan, kenapa tidak ada ritual menyembah bulan secara langsung?
Orang Jepang penganut agama Shinto, walau mereka menyembah Matahari, tapi mereka tidak menjalankan ritual-ritual yg secara menyolok mengarah langsung pd pemujaan Matahari, karena Sang Dewa sudah dialihkan ke dalam atribut lain, seperti berupa patung atau jimat-jimat. Demikian pula Arab. Mereka tidak menunjukkan ritual pemujaan yg langsung mengarah pada bulan di langit, karena Sang Dewa sudah dialihkan ke bentuk batu bernama Hajar Aswad. Jadi, persembahyangan mereka ditujukan tidak lagi terhadap bulan di langit, tapi kepada batu tersebut. Kenapa terjadi pengaburan? Apakah ini bertujuan untuk mengelabuhi orang lain supaya tidak kentara kalau mereka sesungguhnya penyembah benda-benda langit? Salah satu alasannya bisa begitu, karena perkembangan informasi antar agama dan kemajuan Iptek membuat mereka merasa malu kalau sampai diketahui dunia bahwa mereka adalah penyembah bulan. Jadi, sosok sesungguhnya yg mereka sembah dengan sengaja disamarkan. Muhammad pun dengan cerdiknya menutupi hal ini, seperti terlihat pada ayat berikut:
QS 2:189.
Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji; Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
Tetapi tetap saja dia tidak dapat menutupi hal ini secara sempurna, karena simbol itu, biar bagaimanapun, masih harus dipakai sebagai simbol “Tuhan”.
Kenapa mula-mula sholat Islam diarahkan ke Yerusalem yg tidak ada BATU HITAM-nya?
Itu tidak benar. Karena sholat mula-mula di Mekkah tidak mempunyai kiblat. Muslim bebas menghadap ke arah mana pun. Setelah hijrah ke Medinah, pada awal-awal interaksinya dengan orang Yahudi di kota itu, Muhammad menyamakan kiblat muslim dengan orang Yahudi, yaitu ke Yerusalem. Hal itu terjadi selama lebih kurang 17 bulan.
Itu hanya trik awal Muhammad saja untuk menggaet orang-orang Yahudi Medinah agar tertarik dan bersedia masuk Islam jadi pengikutnya.
Hadis Sahihu’l-Bukhari, Kitabu’l-Imam, vol. i. p. 18.
Pada awalnya, sang Nabi memerintahkan sembahyang dengan Qibla ke arah Yerusalem selama enam belas atau tujuh belas bulan, dan dia senang ketika Mekah menjadi arah Qibla.
Ketika tahu orang-orang Yahudi tetap tidak bersimpati padanya dan tidak mau mengakuinya nabi, maka Muhammad menjadi sangat membenci umat itu, dan memutuskan untuk mengubah arah kiblat ke kotanya sendiri, yaitu Mekkah.
Hal itu tampak dalam ayat-ayat Medinah tentang pemindahan kiblat yang dikarangnya:
QS 2:143.
Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.
QS 2:144.
Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.
QS 2:149.
Dan dari mana saja kamu keluar (datang), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram, sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.
QS 2:150.
Dan dari mana saja kamu (keluar), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.
Apakah ALLAH adalah bagian dari PERSERIKATAN (KELOMPOK) 360 Berhala yang ada di Ka’bah?
Itu benar sekali. Allah adalah salah satu dari 360 berhala yang ngendon di Ka’bah. Itulah kenapa, ada ayat-ayat seperti ini (mohon perhatikan baik-baik):
QS 7:191.
Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhada-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatupun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang.
QS 17:42.
Katakanlah: “Jikalau ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai ‘Arsy.”
QS 22:26
“Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku (=awloh) dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud.”
Ketika Muhammad menghancurkan berhala-berhala dari dalam Ka’bah, Muhammad menyisakan HAJAR ASWAD. Kenapa? Karena HAJAR ASWAD itulah ALLAH. (Perhatikan kembali ayat-ayat di atas, sebagai pedoman Muhammad untuk melegalkan sepak terjangnya).
Kalau awloh bukan salah satu dari 360 berhala, mengapa ada ayat-ayat di atas? Dan kenapa HAJAR ASWAD tidak turut dimusnahkan?
HAJAR ASWAD = ALLAH.
Hajar aswad sekedar nama samaran, sedangkan ALLAH adalah nama yang sesungguhnya. Arab-arab itu licik, mereka tidak ingin agamanya ditertawakan oleh umat agama Samawi, jadi mereka perlu bersekongkol untuk menipu dunia dan berusaha mengaburkan sosok awloh yang sesungguhnya.
Tapi, mereka tetap tidak bisa menutupinya secara sempurna.
Lihat, apa yang diperbuat Muhammad terhadap HAJAR ASWAD:
MUWATTA, Book 20, Number 20.33.113:
Yahya bercerita padaku dari Malik apa yang dia dengar bahwa ketika Rasul Allah SAW telah selesai Tawaf Kabah, sholat dua rokaat, dan ingin berangkat ke Safa dan Marwa, dia akan memberi hormat ke sudut tempat Batu Hitam berada sebelum berangkat.
BUKHARI, Volume 2, Book 26, Number 697:
Diriwayatkan oleh Ibn Abbas.:
Rasul Allah melakukan Tawaf (kabah) dengan naik unta (saat itu kaki nabi sedang terluka). Ketika sampai ke sudut (yang ada batu hitam) dia menunjuk kearah batu itu memakai sesuatu pada tangannya dan berkata, “Allahu-Akbar.”
Apakah Muhammad pernah hormat kepada Ka’bah? TIDAK PERNAH.
Apakah Muhammad pernah menunjuk ke arah Ka’bah, lalu berseru: “ALLAHU-AKBAR”? TIDAK PERNAH.
MUSLIM, Book 007, Number 2907:
Salim melaporkan atas otoritas ayahnya bahwa Rasul Allah tidak menyentuh sudut manapun dari Kabah, kecuali sudut Hitam (yang ada Batu Hitam terpasang) dan bagian kecil di dekatnya, yang mengarah ke arah rumah2 suku Jumuhi.
Kalau masih ada orang yang menyangka Ka’bah itulah ALLAH, ini salah. Karena HAJAR ASWAD itulah ALLAH YG SEBENARNYA.
ABU DAWUD, Book 10, Number 1813:
Diriwayatkan Abdullah ibn Abbas:
Nabi (pbuh) berkata: Orang yang melakukan umrah harus berteriak talbiyah sampai dia menyentuh Batu Hitam.
Talbiyah, adalah seruan-seruan terhadap awloh:
“Kami penuhi penggilan-Mu, kami penuhi panggilan-Mu, kami penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, kami penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan kenikmatan bagi-Mu, dan kerajaan (bagi-Mu) tiada sekutu bagi-Mu.”
Muhammad tidak saja menghormat dan meneriaki Hajar Aswad sebagai “allah yang maha akbar”, tapi juga menyentuh, mengelus dan menciumnya, ibarat seorang pemuja jimat yang sangat cinta pada jimatnya.
ABU DAWUD, Book 10, Number 1884:
Diriwayatkan Abdullah ibn Abbas:
Nabi (pbuh) menjepit jubah pada ketiak kanannya dengan ujung jubah itu ada pada bahu kirinya, dan menyentuh sudut (batu hitam), lalu meneriakkan “Allahu-Akbar” dan berjalan dengan bangganya mengelilingi Kabah tiga kali. Ketika mereka (para sahabat) mencapai sudut Yaman, dan menghilang dari mata orang Quraish, mereka berjalan seperti biasa; ketika muncul dihadapan mereka mereka berjalan dengan gagah dan langkah yang cepat. Dengan itu kaum Quraish berkata: Mereka seperti rusa (yang sedang lompat). Ibn Abbas berkata: oleh karena itu hal ini lalu menjadi Sunnah (suri tauladan Nabi).
Hadits Sahih Bukhari Volume 2, Book 26, Number 673:
Dikisahkan oleh Salim bahwa ayahnya berkata :
Aku melihat Rasul Allah tiba di Mekah; mula2 dia mencium batu hitam (hajar aswad) ketika akan melakukan tawaf dan berlari-lari kecil di tiga putaran (tawaf) pertama dari tujuh kali putaran (tawaf).*
Kegiatan ritual menyembah berhala
Sumber : http://duladi.t35.com/3FaktaAUWOH.htm
pak mario teguh
Sabtu, 06 Februari 2010
TIGA BUKTI LOGIS ALLAH BUKAN THAN..KATA PENIPU
Jumat, 05 Februari 2010
MENGAJAR ANAK-ANAK DENGAN MEMANFAATKAN METODE BCM ( BERMAIN CERITA MENYANYI ) II
Lanjutan.... BCM
CERITA
“ Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-qur’an ini kepadamu,……..”.
Dari penggalan Al Qur’an surat Yusuf ayat 3 diatas, dapatlah diambil pelajaran bahwa secara implisit Allah menyebut Al-Qur’an dengan ‘kumpulan cerita yang paling baik’. Maksudnya dalam mengajak manusia kedalam keimanan dan ketaatan kepada robbnya, Allah pun menggunakan metode yang menyentuh hati nurani,yaitu cerita / kisah-kisah. Hikmah yang dapat diambil atas sebuah cerita / peristiwa yang pernah terjadi di masa lalu adalah sungguh merupakan pengalaman yang sangat berharga untuk kita berikhtibar atas peristiwa itu. Allah berfirman,
“faq shulshil qoshosho la’allahum yatafakkaruun.”
Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.
( Al A’rof 176).
Dengan demikian, secara khusus Allah hendak mengajarkan kepada Rosulullah dan tentu juga kepada para pengikutnya yang setia,bahwa cerita adalah metode tarbiyah yang paling tepat dan efektif untuk mengajar manusia berbuat baik (akhlakul karimah) tanpa merasa digurui. Karena itulah Allah sering kali menggunakan tamsil-tamsil, perupamaan, pelukisan-pelukisan untuk mengajar manusia menuju ketaatan syariat, antara lain diambil dari dunia binatang dan tumbuhan yang dilukiskan dalam Al Qur’an dengan bahasa yang indah dan mempesona.
Mangingat begitu besarnya perhatian Allah pada metode bercerita ini tentu wajar jika terbersit pertanyaan dihati kita,mengapa metode bercerita ini efektif sekali? Jawabnya adalah pertama, cerita umumnya lebih berkesan daripada nasehat murni,sehingga pada kebanyakan hal, cerita yang kita dengar dimasa kanak-kanak dulu masih bisa kita ingat dengan utuh berpuluh-puluh tahun. Kemudian., yang kedua, melalui cerita manusia diajarkan untuk mengambil hikmah tanpa merasa digurui. Memang harus diakui sering kali hati kita tidak merasa nyaman bila harus dikhutbahi dengan segerobak nasihat yang berkepanjangan. Uraian diatas menggambarkan bahwa cerita sangat erat kaitannya dengan dunia pendidikan. Sebagai konsekwensinya kita sebagai pengasuh /pendidik anak-anak yang sangat menggandrungi terbitnya generasi robbani dengan kesholihan amal dan luasnya pengetahuan mereka, harus merasa ikut diperintah Allah untuk menebar dan mengajar manusia dengan kesantunan tutur lewat cerita ini.
Fungsi Cerita
1. Sarana kontak batin antara pendidik dan anak didik.
2. Pendidikan imajinasi / fantasi.
3. Pendidikan emosi (perasaan) anak didik.
4. Sarana pendidikan bahasa anak didik.
5. Membantu proses identifikasi diri / perbuatan.
6. Media penyampai pesan / nilai-nilai agama.
7. Sebagai sarana hiburan dan pencegah kejenuhan.
Klasifikasi cerita.
Sebelum seseorang bercerita, terlebih dahulu ia harus memilih / menentukan terlebih dahulu jenis cerita apa yang cocok dan sesuai dengan obyek dakwah yang kita tangani. Pemilihan jenis cerita ini antara lain ditentukan oleh :
1. Tingkat usia pendengar.
2. Jumlah pendengar.
3. Tingkat heterogenitas pendengar.
4. Tujuan penyampaian materi.
5. Suasana acara.
6. Situasi dan kondisi pendengar.
Adapun pengelompokan cerita ini ditinjau dari beberapa sudut pandang, yang secara sederhana dapat dibedakan sebagai berikut :
1. Berdasarkan pelakunya.
a. fabel ( dunia binatang dan tumbuhan ).
b. dunia manusia
c. dunia benda mati
d. campuran / kombinasi
2. Berdasarkan kejadiannya.
a. cerita sejarah ( tarikh ).
b. Cerita fiksi ( rekaan ).
c. Cerita fiksi sejarah.
3. Berdasarkan sifat dan waktu penyajiannya.
a. cerita bersambung.
b. Cerita serial.
c. Cerita sisipan.
d. Cerita ilustrasi.
e. Cerita lepas.
4. Berdasarkan jumlah pendengar.
a. cerita privat.
(1) cerita pengantar tidur.
(2) Cerita lingkaran pribadi ( kelompok sangat kecil ).
b. cerita kelas.
(1) kelas kecil ( s.d 20 anak )
(2) kelas besar ( s.d 20 – 40 anak ).
c. cerita untuk forum terbuka.
5. Berdasarkan teknik penyajiannya.
a. direct story ( cerita lagsung / tanpa naskah ).
b. Story reading ( membaca cerita )
6. Berdasarkan pemanfaatan peraga.
a. bercerita dengan alat peraga.
b. Bercerita tanpa alat peraga.
Sekali lagi, pemilihan jenis cerita diatas sangat berpengaruh pada teknik penyajiannya. Karena setiap cerita mempunyai gaya, teknik dan pendekatan yang berbeda-beda, oleh karenanya pemahaman yang mendalam tentang jenis dan karakter pendengar juga sangat dibutuhkan. Untuk mencapai keberhasilan dalam bercerita, ada dua faktor pokok yang harus diperhatikan oleh setiap pendidik yang akan bercerita, yaitu :
1. Naskah / skenario atau setidaknya synopsis. ( kerangka cerita ).
a. dari sumber ceritayang telah ada.
(1) sumber bisa didapat dari buku cerita,komik, majalah.
(2) Mengubah naskah dari bahasa tulis ke bahasa lisan ( percakapan)
(3) Penyesuaian / modifikasi alur, setting dan bumbu cerita.
(4) Melatih naskah baru berulang-ulang dalam penyajian yang sebenarnya.
c. mengarang cerita sendiri.
Untuk mempermudah menemukan ide dasar dan alur cerita, ada beberapa hal yang mungkin dapat mambantu :
(1) Pilihlah setting awal.
Baik setting tempat, waktu maupun suasana.
(2) Tentukan tokoh utama dan tokoh antagonisnya
(3) Munculkan konflik.
Ada 4 macam konflik :
- Person against self ( dari diri sendiri ).
- Person against person ( diri sdr dengan orang lain ).
- Person against society ( diri sdr dengan masyarakat )
- Person against nature ( diri sdr dengan alam ).
(4) klimaks (puncak masalah ).
(5) Penyelesaian.
2. Teknik penyajian.
Bila faktor naskah “beres”, maka faktor kedua yang akan menentukan berhasil tidaknya seseorang dalam bercerita adalah faktor teknik penyajian. Bagaimanapun bagusnya naskah sebuah cerita tanpa didukung dengan teknik penyajian yang sempurna / baik, maka akan hambar / rusak juga, oleh karenanya unsur-unsur penyajian cerita harus dikombinasikan secara proposional. Unsur-unsur itu adalah
a. Total.
Artinya bersungguh - sungguh dengan mengerahkan segala kemampuan kita. Termasuk dalam pengertian totalitas di sini adalah ketulusan dan keikhlasan kita.
b. Satukan perhatian anak.
Ada beberapa cara misalnya : diajak bermain tepuk, bernyanyi , atau Tanya jawab sekilas, lalu buatlah kesepakatan dengan anak-anak, misalnya waktu mendengarkan cerita tidak boleh ramai sendiri, dsb.
c. Detail.
Maksudnya gambarkanlah secara terinci cerita kita, diantaranya :personifikasi tokoh-tokohnya, adegan-adegannya, dialog antar tokohnya, dsb.
d. Dramatisasi.
Artinya menggambarkan perbedaan perilaku antara tokoh utama dengan tokoh antagonos secara tajam. Inilah yang disebut dramatisasi ( menyangatkan). Pada adegan yang memang perlu diberi penekanan, tonjolkan dengan maksimal.
e. Ekspresif.
Maksudnya dalam bercerita harus penuh penghayatan. Cerita yang tidak ekspresif akan terasa hambar, monoton, dan membosankan. Oleh karena itu kita perlu memanfaatkan seluruh anggota tubuh kita, terutama mimik muka, tangan dan bahu, misalnya : membelalak, melirik, marah, menyeramkan, tertawa, dsb.
f. Ilustrasi suara.
Memberi ilustrasi cerita kita dengan suara-suara khusus mempunyai efek yang bagus bagio cerita kita. Ada dua macam :
(1) suara lazim: suara yang kita tirukan sebagaimana aslinya, misal : dor !( untuk suara tembakan), meong…(suara kucing),dsb.
(2) Suara tak lazim: suara yang kita ciptakan sendiri, misalnya : towengweng….(suara menghilang), suara angin, suara mantra yanga aneh-aneh,dsb.
g. Suspence dan humor.
Cerita yang menegangkan dan kaya akan humor biasanya lebih disukai anak-anak. Efek tegang bisa dibangun dengan memunculkan adegan-adegan penuh kejutan, suasana sunyi,dsb. Sedang efek humor bisa dibangun melalui dialog-dialog maupun gerakan yang lucu.
h. Frienship.
Maksudnya dalam bercerita ciptakan suasana akrab dan bersahabat dengan anak-anak. Halini bisa diusahakan dengan pengaturan tempat duduk,memberi kesempatan kepada anak-anak untuk berkomentar, tanya jawab dsb.
i. Perhatikan situasi dan kondisi pendengar.
Anak-anak yang tampaknya sudah cukup penat dan jenuh, sebaiknya cukup diberi cerita yang ringan yang penuh canda. Cerita serius yang sarat akan pesan sebaiknya diberikan pada anak-anak yang dalam kondisi fresh.
j. Happy ending.
Akhir dari cerita dimana sang tokoh utama mengalami kebahagiaan. Cerita yang berakhir dengan kesedihan dan kekalahan sang tokoh utama, akan menjadikan anak-anak kecewa. Kalau tokoh utamanya dikisahkan “terpaksa” meningggal dunia, maka gambarkanlah bahwa ia mati syahid atau khusnul khotimah.
MENYANYI
Menyanyi adalah bagian yang tak terpisahkan dari dunia anak-anak.Menyenandungkan lagu, apalagi yang berirama riang, sungguh merupakan kegiatan yang digandrunginya. Hal ini tidaklah mengherankan, karena lagu pada dasarnya adalah bentuk dari bahasa nada. Yaitu bentuk harmoni dari tinggi rendahnya suara. Pada insan-insan belia yang perbendaharaan bahasa masih cukup terbatas ini, bahasa nada justru lebih mudah mereka kunyah. Bahasa kata-kata membuat mereka dituntut mengernyitkan dahi dan bersusah payah untuk memahami maknanya. Sedang bahasa nada justru akan membawa mereka pada suasana : riang, syahdu, sedih,semangat,dsb, tanpa harus mereka mengerti apa isi kandungannya. Kita dapat saksikan bayi yang baru berusia beberapa bulan tergelak-gelak mendengar ayah bundanya menyanyikan lagu gembira. Saat lain iapun tertidur pulas setelah bundanya melantunkan lagu syahdu walaupun tanpa syair, semisal ningnong ning gung…Begitulah, jauh sebelum anak-anak mengenal bahasa kata,ia telah mengenal bahasa nada.
Ketika anak-anak beranjak lebih besar, mereka akan semakin akrab dengan lagu atau nyanyian. Asal melodinya tidak terlalu rumit, mereka akan dengan senang hati menyanyikannya.Mereka minta diajari menyanyi, menghafalkan syairnya, belajar melafalkan kata-kata yang terdapat pada syair lagu itu, sibuk bergaya ketika menyanyi, dsb.Semua itu adalah bagian dari dunia keceriaan masa kanak-kanak yang indah. Dalam kaitannya dengan hal ini, menjadi sangat dimengerti apabila para ulama tempo dulu menciptakan banyak lagu /tembang sebagai sarana dakwahnya. Lagu-lagu iru sampai sekarang masih sering kita dengarkan lewat menara-menara masjid dengan lantunan puji-pujiannya. Konon untuk menunjukkan kecintaannya pada rosulullah, para shahabat melantunkan sholawat badar untukmenyambut kedatangan Nabi Muhammad SAW dari perang badar yang dimenangkan kaum muslimin dengan gilang gemilang. Bukankah sholawat badar bukan satu bentuk dari nyanyian Demikian pula ketika nabi Muhammad SAW mengagumi lantunan suara Abu Musa Al Asy’ari membaca Al Qur’an,bukankah lantunan suara itu bentuk dari sebuah lagu.
Demikianlah menurut fitrohnya manusia memang menyukai keindahan, dalam soal suara, manusia pasti akan lebih menyukai nada-nada yang indah, mengandung harmoni, sehingga enak didengar daripada mendengar suara-suara yang cenderung sumbang, tak beraturan sehingga terasa tak nyaman di telinga. Bentuk harmoni yang indah itu kemudian diusahakan agar dapat diulang kembali, diperdengarkan lagi, ditirukan, bahkan disebarluaskan. Itulah yang kita kenal sebagai lagu atau nyanyian.
Fungsi dan makna nyanyian bagi pendidikan anak-anak.
Melihat kegemaran anak-anak menyanyi tentu dengan segenap tingkah lakunya, menerbitkan pertanyaan : apa sebenarnya fungsi dan makna lagu-lagu semacam itu bagi mereka ? sebagai seorang pendidik pertanyaan lumrah ini memang wajib kita cari jawabannya. Sebagai renungan di bawah ini secara garis besar akan kita sebutkan apa makna dan fungsi kegiatan bernyanyi bagi anak-anak, yaitu :
1. Sebagai pendidikan emosi
2. Pendidikan motorik
3. Pengembangan daya imajinasi
4. Peneguhan eksistensi diri
5. Pengembangan kemampuan berbahasa
6. Pengembangan daya intelektual
7. Pengembangan kekayaan rohani dan pendidikan nilai-nilai moral.
Mengajarkan lagu pada anak-anak.
Untuk dapat mengajarkan lagu pada anak-anak dengan baik, ustadz/ pengasuh anak-anak harus mempersiapkan dan memperhatikan 3 hal :
1. Kesiapan materi lagu.
2. kesiapan emosi
3. Ketepatan situasi.
MENGAJAR ANAK-ANAK DENGAN MEMANFAATKAN METODE BCM ( BERMAIN CERITA MENYANYI )
MENGAJAR ANAK-ANAK DENGAN MEMANFAATKAN METODE BCM
( BERMAIN CERITA MENYANYI )
Belajar itu penting. Mengaji itu penting. Disiplinitu penting. Siapa yang berkata seperti itu? Jawabannya mudah saja : orang dewasa! Bagaimana dengan anak-anak? Anak-anak adalah anak-anak, bukan orang dewasa yang berbentuk mini. Adalah hal yang lumrah jika anak-anak belum memiliki kesadaran setinggi itu. Bagi mereka yang penting adalah kenyamanan psikologis, kasih sayang, penghargaan, keceriaan, kegembiraan, enjoy…! Inilah yang membuat mereka bahagia. Memang, bagi anak-anak suasana hati lebih penting daripada substansi norma ajarannya.
Dua pokok pikiran di atas kedengarannya seperti sebuah paradoks, yang satu mementingkan suasananya, yang satu lagi mementingkan isisnya. Yang satumemntingkan kehariiniannya, yang lain menanamkan keesokannya., yang satu berusaha menghindari beban-beban yang berat, yang satu menekankan betapa pentingnya bersusah-susahdahulu, bersenang-senang kemudian.. Bagaimana mengkompromikan dan menemukan titik temu keduanya? Inilah persoalannya. Harus disadari bahwa keinginan orang dewasa bila ingin mencapai sasaran, harus dicapai dengan memperhatikan tuntutan jiwa anak-anak. Semua haldi atas menjadi pijakan bagi gagasan bahwa proses belajar mengajar pada anak-anak akan sangat efektif bila dikembangkan melalui pendekatan happy learning, dengan metode BCM ( Bermain, Cerita, Menyanyi ).
BERMAIN
Para ahli mengatakan bahwa tidak terlalu mudah untuk mendefinisikan pengertian mengenai bermain secara tepat. Namun secara umum,bermain sering dikaitkan dengan kegiatan anak-anak yang dilakukan dengan spontan dan dalam suasana riang gembira. Garvey dalam salah satu tulisannya mengemukakan adanya lima pengertian yang berkaitan dengan bermain,yaitu:
1. Bermain adalah sesuatu yang menyenangkan dan memiliki nilai positif bagi anak
2. Bermain tidak memiliki tujuan ekstrinsik,namun motivasinya lebih bersifat intrinsik.
3. Bermain bersifat spontan dan suka rela, tidak ada unsur keterpaksaan dan bebas dipilih oleh anak.
4. Bermain melibatkan peran aktif keikutsertaan anak.
5. Bermain memiliki hubungan sistematik yang khusus dengan sesuatu yang bukan bermain,seperti misalnya :kemampuan kreatifitas,kemampuan memecahkan masalah, belajar bahasa, perkembangan sosial dan sebagainya.
Pengertian ini menggambarkan bahwa apabila kegiatan bermain menyenangkan,maka anak akan terus melakukannya,namun bila sudah tidak menyenangkan maka anakpun akan menghentikan permainan tersebut.
Klasifikasi bermain.
Klasifikasi permainan ditinjau dari beberapa sudut pandang :
1. Sumber kebahagiaan :
a. Permainan aktif : sumber kebahagiaan dari diri sendiri saat ia melakukan permainan tersebut.
b. Permainan pasif : sumber kebahagiaannya dari orang lain, contohnya mendengarkan dongeng, menikmati musik dll.
2. Fungsinya :
a. Permainan intelegensi, misalnya : menerjemahkan sandi, puzzle, kuis Islami, dll.
b. Permainan rekreatif, misalnya : aneka perm. Tepuk, shodaqoh berantai dll.
3. Jumlah peserta.
a. perorangan : KKM (Kegitan Kreatif Mandiri)
b. kelompok : jihad,bisik berantai,dll
c. massal : lingkaran sholat, elang dan induk ayam.
4. Tempat :
a. out door ( di luar ruangan / kelas )
b. in door ( di dalam ruangan / kelas ).
5. Sifat permainannya :
a. Kompetitif : permainan yang dilombakan.
b. Konstruktif : permainan membangun.
c. Destruktif : permainan membongkar.
Manfaat Permainan.
Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan bermain, antara lain :
1. Manfaat fisik.
2. Manfaat terapi.
3. Manfaaat edukatif
4. Manfaat kreatif.
5. Manfaat pembentukan konsep diri.
6. Manfaat sosial.
7. Manfaat moral.
Menentukan permainan sebagai media pendidikan.
Seorang pendidik / pengasuh anak-anak yang kaya akan permainan dan kreatif akan mudah akrab dengan peserta didiknya. Namun hal ini belum menjamin bahwa ia akan berhasil membawa peserta didiknya mencapai tujuan pendidikan yang sempurna atau total. Untuk itu seorang pendidik dituntut untuk mampu memilih media permainan yang dapat dan efektif untuk menyampaikan pesan-pesan moral yang diinginkan sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan oleh lembaga. Hal yang perlu diperhatikan dan diingat dalam memilih permainan sebagai media pendidikaan antara lain :
1. Keselarasan antara materi dengan jenis permainan.
2. Kondisi anak didik.
3. Kondisi lingkungan
4. Kegiatan terdahulu / variasi permainan
Wuntat Wawan Sembodo
AAAF BERSAMBUNG BESOK KITA SAMBUNG LAGI TEMAN...
foto kkegiatan Salsabila Training Center
Sabtu, 30 Januari 2010
koleksi jilbab masa kini
JUAL JILBAB BERKARAKTER DAN BERBAGAI MODEL
HANYA ADA DI GROSIR NAJLA COLECTIONS
HARGA MULAI DARI 15.000 SAMPAI 40.000
MAU PESAN SILAHKAN DATANG AJA KE ALAMAT INI
jL. lETJEN sUPRAPTO Rt 03/03 Tuksongo Purworejo
telp. 085228183399 Masih penasaran......baca selengkapnya
Ang deden ngisi kajian
Masih penasaran......baca selengkapnya
perkembangan anak usia 1-4 bulan
PERKEMBNGAN ANAK USI 1-4BLAN
Perkembangan Sosial
Pada usia ini, anak memasuki masa perkembangan sosial. Masa perkembangan sosial adalah masa untuk belajar bersosialisasi. Masa belajar bersosialisasi dimulai dengan ibunya, kemudian ayahnya dan saudara kandungnya. Dasar-dasar sosialisasi yang ia peroleh di rumah akan menjadi fondasi untuk sosialisasi dengan orang-orang di luar rumah. Dasar pendidikan sosialisasi ini akan menolong anak untuk menerapkan iman dalam perbuatan di masa mendatang.
Hal-hal yang dapat menolong anak mengembangkan sosialisasinya:
a. Pada usia ini, Anda sudah harus mulai bisa menikmati respons yang ceria dari bayi anda. Dia akan mulai tersenyum ketika melihat Anda datang, tersenyum melihat wajahnya sendiri di cermin dan bahkan tertawa-tawa waktu diajak bermain. Permainan giliranku dan giliranmu merupakan permainan yang sangat baik untuk perkembangan sosial anak. Ketika Anda membalas senyuman bayi, dia akan tersenyum lebih lebar, kemudian Anda menyapanya, "Hai!" bayi akan membalas dengan gumaman "A....a....". dan apabilan anda membalas "Iya, senang yah, hari ini." bayi akan mulai menghentak-hentakkan kakinya dan tangannya dengan gembira bila anda mendekat-dekatkan wajah anda kepadanya. Jikalau bayi anda tahu bahwa responsnya senantiasa ditanggapi dengan positif, ia akan terus terangsang untuk melontarkan senyum atau mendekatkan diri depada orang lain. tapi jika sebaliknya Anda bersikap acuh terhadap senyumannya, ia akan malas untuk mencoba lagi.
b. Bayi anda sudah bisa diajak bepergian pada usia ini. Kunjungan ke rumah sepupu, oma dan opa, atau teman dekat merupakan kegiatan yang baik untuk bayi anda. Berikan kesempatan kepada orang lain untuk bermain atau menggendong bayi anda. Jangan palksakan kalau ia takut, lakukan ini perlahan-lahan. Jikalu bayi anda tiba-tiba menjerit karena terkejut atau takut melihat wajah yang kurang ramah, segeralah memeluknya dan menenangkannya. Usahakan untuk memberikan rasa aman kepada bayi anda selama dia berada di lingkungan yang asing.
Perkembangan Daya Persepsi
a. Sediakan mainan kerincingan di tempat tidur atau di keretanya. Pada usia ini, dia mulai belajar sebab-akibat (kerincingan berbunyi karena ia sentuh).
b. Sediakan cermin di dekat tempat tidur atau tempat bermainnya. Dia akan tersenyum dan tertawa-tawa melihat bayangannya sendiri sekalipun dia belum tahu bahwa itu adalah dirinya sendiri.
c. Permainan Ciluk Ba akan dinikmati oleh bayi pada saat dia sudah mulai menyadari bahwa sesuatu yang baru saja dilihatnya akan muncul lagi. Ini juga bersamaan dengan perkembangan daya memori seorang anak.
d. Sudah saatnya anda menempelkan gambar di dinding kamar bayi anda atau meletakkan boneka-boneka besar di dekat tempat tidur bayi anda. Bayi anda akan senang sekali menjelajahi kamarnya pada saat dia sendirian.
e. Mainan gantung yang dapat berputar disertai suara musik sangat disukainya.
f. Pada usia empat bulan, daya penglihatan bayi berkembang lebih baik. Ia sudah dapat melihat wajah Anda lebih jelas. Bukan hanya bentuk wajah, tapi juga hidung dan mulut. Bayi sangat suka melihat ujung kepala, mata dan mulut. Juka anda mendekatkan wajah anda, dia akan menyentuh bahkan meremas mulut anda sambil ngoceh.
g. Jalan-jalan di sore hari akan semakin dinikmati oleh bayi anda. Ia akan senang sekali memandang daun-daunan , merasakan tiupan angin sepoi-sepoi, atau melihat warna-warni bunga, bahkan bentuk rumah yang bervariasi.
Perkembangan Emosi
Pada usia ini, bayi anda mulai mengembangkan rasa keakraban khususnya dengan ibunya. Anda tidak harus selalu menggendong atau memangku bayi anda dan mengajaknya bermain. Pada usia ini, justru anda sudah mulai bisa mengerjakan pekerjaan lain selagi bayi anda bermain sendiri. Anda dapat melakaukan beberapa hal untuk mengembangkan rasa keakraban denga bayi anda:
a. Senantiasa menyapa dan mencium bayi anda setiap kali dia bangun pagi, termasuk juga ia bangun sambill menangis.
b. Duduk tenang di luar rumah bersama bayi anda merupakan waktu yang bermanfaat baginya dan bagi anda sendiri.
c. Buatlah sapaan rutin dalam kegiatan sehari-harinya, misalnya: setelah mandi, anda mengangkat bayi anda dari ember dan mengatakan: "Cium pipi kiri, cium pipi kanan, cium dagunya, cium jidatnya..."
Jika anda terus melakukan hal ini setiap habis mandi, dia akan tersenyum dan menantikan anda melakukan hal tersebut kepadanya.
Perkembangan Rohani Ibu
Masa-masa melelahkan sudah mulai berkurang. Bayi anda sudah bisa tidur malam dengan lebih baik dan jadwal bangun tidurnya sudah mulai teratur. Jika anda tidak bisa bangun lebih awal dari bayi anda, ajaklah dia untuk saat teduh bersama. Letakkan bayi anda di atas kereta, biarkan dia menikmati daun-daun bergoyang, ketika anda berdoa dan membaca alkitab, bayi anda juga akan menikmati saudara membaca alkitab dengan bersuara. Sekali-sekali pandangilah dia dan tersenumlah kepadanya. Pada usia ini, bayi anda masih bisa duduk tenang untuk beberapa saat.
Sekarang anda sudah mulai sulit untuk duduk tenang di gereja, jika ada ruangan khusus untuk ibu dengan anak, itu sangat baik. Jika tidak, mintalah suami anda untuk sekali-sekali membiarkan anda duduk tenang mendengarkan khotbah.
Perkembangan Diri Ibu
Pada usia ini, bayi sudah bisa menikmati waktunya sendiri dengan mainan yang ada di sekitarnya. Letakkan bayi anda di atas matras atau play-pen, selagi anda membaca buku atau menulis. Buku bayi juga bisa dinikmati oleh bayi anda, karena tidak akan berbahaya jika dimasukkan ke dalam mulut dan buku itu juga tidak cepat rusak.
Jika anda ingin memasak, atau mengerjakan pekerjaan rumah yang lain, letakkan saja bayi anda di atas kereta. Asal dia dapat melihat bahwa anda ada di dekatnya, ia akan merasa tenang sambil menikmati mainannya di kereta.
Jika suami anda bersedia menggantikan tugas menjaga anak, sekarang anda juga sudah mulai bisa mengikuti seminar-seminar atau pertemuan-pertemuan lain untuk mengembangkan diri.
Tahukah Anda
Lemak Semasa Balita = Obesitas Ketika Dewasa
Suatu survei atas 390 anak balita di USA antara 1965 dan 1971 yang dimonitor hingga mereka dewasa menunjukkan bahwa anak yang menjadi gemuk berlemak sebelum umur lima tahun berisiko lebih dari dua kali lebih besar untuk menjadi orangtua yang gendut daripada anak yang tidak banyak lemak, tidak tergantung pada apakah mereka mempunyai orangtua yang kegemukan atau tidak
Riset di Pusat Medik RS Anak di Cincinnati dan tempat-tempat lain di USA menunjukkan bahwa anak-anak cenderung menjadi lebih kurus sampai mereka berusia sekitar lima atau enam tahun, ketika mereka mulai menumpuk lemak dalam tubuh mereka. Titik di mana titik-balik ini terjadi disebut "adipose rebound", suatu periode pengembangan yang kritikal, seperti halnya dengan pengembangan berbahasa atau kapasitas mendengar musik.
Laporan ini yang dimuat dalam jurnal Pediatrics dari America Academy of Pediatrics menyebutkan bahwa usia di mana titik-balik itu terjadi mungkin sukar untuk diubah, tetapi dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan seperti orangtua yang "memaksa" anaknya makan ketika terdapat tendensi alamiah anak sedang "mengurangi" lemak tubuh. Dianjurkan untuk melakukan riset lanjutan untuk menyelidiki apakah saat titik-balik itu dapat diperlambat dan apakah hal ini akan juga mengubah risiko obesitas ketika dewasa.
ayo berdongeng
Seperti yang sudah kita pahami, bahwa banyak sekali manfaat yang akan didapat oleh anak ketika mereka kita dongengin. Terutama manfaat bagi perkembangan otak dan mentalnya.
Agar anak dapat terstimulasi dengan baik dan cepat, maka "JANGAN ASAL MENDONGENG", kata saya ketika saya berkeliling dan berdiskusi dengan orang tua murid di beberapa Sekolah TK/SD yang mengundang saya. Apa maksud saya mengatakan "JANGAN ASAL MENDONGENG"?. Hal ini lebih saya khususkan bagi orang tua yang sudah rutin mendongeng buat putera dan puterinya dan juga untuk para pendidik yang mempunyai jam khusus mendongeng di tempat ia bekerja. Bahwa dalam mendongeng sebaiknya tidak sekadar membacakan cerita dari sebuah buku atau tanpa buku dengan datar. Namun lebih dari itu, mimik, intonasi, gerak bahkan dengan menambahkan sebait lagu atau pusisi dalam cerita, stimulasi melalui dongeng akan menjadi lebih kaya.
Intinya adalah, kreatifitas dalam bercerita/mendongeng adalah sangat penting.
Selamat mencoba
Sumber kak Awam pendongeng
Kak wuntad di pelatuhan dongeng jakarta
KAk Wuntan We-Es sedang ngisi pelatihan Bermain, cerita dan menyanyi di jakarta....hebat kan.....









